Kopi Bengkulu

Kopi Bengkulu.

Bengkulu mulai dari jaman penjajahan hingga sekarang kopi merupakan sumber utama masyarakat Bengkulu. Sebagai informasi kopi bengkulu merupakan pemasok yang diperhitungkan oleh eksportir kopi, dan khusus kopi-kopi sachetan berbagai merk dipasaran itu sebagian besar bahannya kopi dari bengkulu. Tapi kenapa Bengkulu tidak begitu terkenal dibandingkan propinsi lain di Sumatera ?

Apakah karena pariwisatanya yang belum maju?

Apakah karena pemerintah daerah yang kurang peduli?

Apakah pengolahan biji kopinya yang kurang baik?

Apakah memang sengaja ditutupi?

Silahkan Survey mengunjungi kedai-kedai kopi di pulau jawa, sangat-sangat sulit Untuk menemukan dalam daftar menu bertulisakan 'KOPI BENGKULU' / 'KOPI KABA' / 'KOPI KEPAHIANG' atau  'KOPI RAFLESIA'.

Bengkulu, sebuah propinsi di pulau Sumatera yang terletak di bagian selatan dan masuk dalam gugusan Bukit Barisan di mulai dari Aceh hingga Lampung. Karena masuk gugusan bukit barisan, ya Bengkulu kontur tanahnya perbukitan, jadi jangan heran bila jalanan di Bengkulu itu berkelok dan naik turun. Hasil bumi utama Bengkulu adalah, Kopi, Sawit, Lada, Padi, dan Sayuran. Jadi pertanian merupakan sumber pendapatan utama di Bengkulu, termasuk penghasil kopi.

Penyebaran kopi di bengkulu sangat merata, tapi yang paling besar terletak di Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang,dan Rejang Lebong, namun bisa dibilang hampir 95% yang dihasilkan merupakan kopi jenis Robusta dan sisanya jenis Arabika. Khusus arabika bisa dipastikan hanya terdapat pada wilayah Bukit Kaba dimana wilayah ini dimiliki dua kabupaten, yaitu Kepahiang dan Rejang Lebong.

Sekarang kita coba bicara uniknya rasa kopi bengkulu. Robusta bengkulu bisa dibilang merupakan robusta super, karena ditanam diketinggian diatas 800 mdpl, beda  dengan kopi robusta jenis ekselsa (tanah gambut), lalu ciri bijinya besar-besar. Untuk saat ini robusta bengkulu diolah dengan metode natural proses, efek yang ditimbulkan rasa coklat yang luar biasa tajam, tingkat asam sedikit lebih tinggi, dan bodinya yang kuat. Namun kelemahan dari kopi robusta bengkulu dia menimbulkan karakter tanah, walaupun proses penjemuran tidak diatas tanah, unsur tanah tetap saja muncul dari kopi robusta bengkulu.

Sedangkan untuk arabika bengkulu sendiri berada diketinggian 1.500 mdpl, dengan varietasnya singkarang/singkararutang/ateng, pohonnya pendek paling cuma 1,50 meter, proses pengolahannya sendiri dengan sistem semi wash difermentasi 24 jam. Untuk karakter dari arabikanya, dia lebih smoothy, lebih lembut, banyak orang mencoba sangat sulit menemukan karakternya, dan anehnya dia baru muncul bila kita benar-benar menikmati sedikit demi sedikit mulai dari suhu panas hingga dingin. Pas kondisi dingin biasanya karakter fruitynya muncul, medium body, acidity yang baik or balance...bisa dibilang arabika bengkulu jenis arabika yang melow.

Kopi bengkulu bukanlah kopi terbaik di Indonesia, tapi kopi bengkulu adalah kopi yang butuh penghayatan yang dalam untuk menikmati secangkir kopi. Inilah kenapa kopi bengkulu lebih digemari oleh orang-orang luar negeri seperti Australia, New Zealand, Belanda, berbeda dengan penikmat kopi Indonesia yang menginginkan rasa yang langsung Nonjok/Nendang!

Jadi, kalau ingin menikmati kopi bengkulu jangan seperti orang yang sedang test cupping, tapi hayati dan resapi setiap tegukannya, setiap turun suhu panasnya, disitulah nilai kopi bengkulu sebenarnya. Kalau untuk Penilaian kopi bengkulu itu kalem, sederhana, dan slowly.

kalau gak percaya, silahkan coba…

'BIAR RASA YANG BICARA'

 

nanang's picture